Mau Beli Rumah Syariah di Malang? Cek Syarat dan Plus Minusnya Disini

Rumah DijualBelakangan ini rumah jenis syariah sering dijadikan pertimbangan utama, saat ingin memiliki hunian. Di berbagai daerah juga sudah bermunculan penyedia rumah jenis tersebut, seperti rumah syariah di Malang. Anda berminat untuk punya satu unit rumah ini?

Rumah jenis syariah adalah, rumah yang proses pembeliannya menerapkan sistem sesuai syariat Islam. Tidak ada riba, tanpa asuransi, dan akad jual belinya tidak melibatkan perbankan.

Apa Syarat Beli Rumah Syariah di Malang

Kalau dilihat sepintas, syarat dari pembelian rumah syariah tak jauh beda dengan pembelian sistem konvensional. Persyaratannya juga tergolong tidak sulit, yaitu:

l  Pastikan Anda adalah warga negara asli Indonesia

l  Usia minimal yang bisa mengajukan pembelian ini adalah 21 tahun. Jika belum mencapai umur tersebut, setidaknya Anda sudah berumah tangga.

l  Ada gaji tetap atau penghasilan yang didapat rutin setiap bulan

l  Siapkan KTP asli dan fotokopinya, Kartu Keluarga dan fotokopinya, buku nikah jika sudah menikah dan Nomor Pokok Wajib Pajak.

l  Ada bukti rekening koran tiga bulan terakhir, atau slip gaji.

l  Persyaratan tambahan mungkin akan diminta, jika pihak pengembang membutuhkannya untuk melengkapi syarat yang sudah ada.

Kenali Plus Minus Rumah Jenis Syariah

Sudah melengkapi syaratnya? Jangan lupa untuk mempertimbangkan juga plus minus ketika Anda membeli rumah dengan sistem syariah ini. Paling tidak bisa meminimalisir masalah setelah transaksi dilakukan.

Nilai Plus

Karena transaksi ini tidak melibatkan perbankan, otomatis tidak ada pengecekan BI terkait status calon pembeli. Jadi, pekerja tidak tetap yang punya tanggungan kredit atau tidak pun punya kesempatan yang sama untuk melakukan pengajuan permohonan beli rumah.

Tidak butuh waktu lama bagi Anda mewujudkan impian punya rumah sendiri, kebanyakan pengembang rumah syariah hanya membutuhkan waktu maksimal satu tahun. Mulai dari pembangunan rumah sampai serah terima kunci dengan pembeli.

Tanpa bunga, membuat para pembeli dengan sistem kredit mudah untuk mempersiapkan uang cicilan bulanan. Sebab, jumlah cicilan yang harus dibayar akan sama setiap bulannya.

Transaksi dari rumah syariah ini, menerapkan sistem akad istishna’ yang tidak melibatkan riba sedikitpun. Jadi aman bagi Anda yang memang tak ingin bersentuhan dengan riba, yang menurut syariat Islam sangat dilarang dan termasuk kategori haram.

Nilai Minus

Debitur yang telat bayar, tetap harus bayar denda sesuai kesepakatan saat akad. Selain itu, ketiadaan asuransi rumah menyebabkan jaminan kondisi rumah tidak maksimal. Apalagi jika setelah pembelian terjadi kerusakan akibat pembangunan yang tidak sesuai arsitektur aslinya.

Lama proses cicilan untuk pembelian rumah syariah hanya mencapai 15 tahun, beda dengan sistem konvensional yang menyediakan tenor cicilan hingga waktu 25 tahun. Ini tentu akan jadi pertimbangan, ketika Anda perlu rumah cepat namun pembayaran cicilan yang Anda perhitungkan lebih dari 15 tahun.

Debitur akan rugi ketika bunga cicilan konvensional mengalami penurunan, sebab mereka akan tetap membayar cicilan dengan jumlah yang sama setiap bulan. Nilai minus yang juga perlu dipertimbangkan adalah, indikasi penipuan sangat besar jika Anda tak teliti mencari developer terpercaya.

Alasan utamanya, karena dalam proses transaksi tidak ada keterlibatan lembaga resmi seperti perbankan. Sehingga pengawasan soal harga rumah dan biaya lainnya tidak ada atau sangat minim.

LihatTutupKomentar